This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Densus 88 tangkap seorang terduga teroris di Purbalingga
Written By SAMO News on Minggu, 16 Desember 2012 | 06.23
Perlawanan teroris terhadap Indonesia semakin jelas dan terbuka. pagi tadi waktu Indonesia Timur. Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menjadi sasaran bom
Written By SAMO News on Minggu, 11 November 2012 | 04.16
Satu tersangka teroris kabur dari Rutan Ambon
Written By SAMO News on Rabu, 07 November 2012 | 06.41
Satu tersangka terlibat kegiatan teroris yakni Basir Manuputtty (25) alias Ari, Selasa pagi, kabur dari rumah tahanan (Rutan) di Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Tersangka teroris tersebut kabur menjelang apel pagi melalui ventilasi kamar mandi.
Dikutip dari Antara, Selasa (6/11), Basir yang beralamat desa Tamalehu, kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat itu ditangkap karena diduga terlibat sejumlah kasus teror bom di Kota Ambon.
Yang bersangkutan ditangkap bersama lima rekannya karena diindikasikan melakukan aksi teror bom sehingga ditangkap pada 10 September 2012. Padahal Basir dijadwalkan menjalani persidangan di PN Ambon besok (7/11).
Dia kabur bersama Hambali Salampessy (25) yang terlibat kasus pertikaian di desa Pelauw, pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, beberapa waktu lalu. Saat apel pagi keduanya tidak terlihat, sehingga dicek ke kamar mereka dan ternyata telah kabur.
Kaburnya kedua tahanan tersebut hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Kepala Rutan Waiheru maupun pihak keamanan. Aktivitas masyarakat di Kota Ambon dan sekitarnya hingga Selasa (6/11) malam tidak terpengaruh dengan dua oknum tersebut.
Sebelumnya enam oknum diduga terlibat teroris ditangkap tim Densus 88/Antiteror Mabes Polri di kawasan Gunung Malintang, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon pada Minggu (9/9) malam. Enam terduga teroris tersebut adalah S, U, J, A, B dan P yang semuanya ditangkap di kawasan Gunung Malintang, Galunggung dan Kebun Cengkih.
Sumber : Merdeka.com
Teroris yang kabur dari Rutan Polda Metro jaringan Klaten
"Yang bersangkutan berasal dari jaringan Klaten," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius di Mapolda Metro Jaya, Rabu (7/11).
Terkait berhasilnya tahanan tersebut melarikan diri, dikatakan Suhardi, pihaknya masih melakukan evaluasi penjagaan petugas saat mengawasi pembesuk di Rutan.
"Ini akan kita evaluasi (penjagaan) semuanya nanti, karena semuanya memakai cadar dan kita ambil pelajaran dari hal tersebut," kata Suhardi.
"Untuk SOP-nya sendiri ya mendata, minta KTP terus pulang ambil KTP lagi. Tapi kita tidak menyuruh membuka cadar," tuturnya.
Menurut Suhardi, jam besuk di Rutan Narkoba Polda Metro untuk teroris hanya sekali dalam sepekan. "Semua ditahan di Rutan Narkoba lantai 4 dengan ketentuan jam besuk tiap Selasa dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, narapidana kasus terorisme atas nama Rocki (29) berhasil mengelabui sejumlah petugas Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Alhasil yang bersangkutan pun berhasil kabur dengan cara menyamar menggunakan jubah dan cadar saat jam besuk tahanan.
Diketahui Rocki merupakan tahanan titipan lapas, pasalnya dia sudah divonis selama enam tahun penjara. Saat kejadian ada 23 orang pembesuk bercadar hitam yang sedang menjenguk kerabatnya masing-masing di dalam Rutan Narkoba yang terletak di lantai 4.
Polisi datangi 23 pembesuk saat teroris kabur
"Mereka tidak perlu dipanggil, tetapi kami datangi saja ke rumahnya karena alamatnya sudah ada di buku tamu jenguk tahanan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Suhardi Alius di Mapolda Metro Jaya, Rabu (7/11).
Kehadiran petugas ke rumah 23 pembesuk itu dilakukan untuk mendapatkan keterangan mereka. Saat ini, tim penyidik tengah menganalisa rekaman CCTV yang berada di dalam ruang tahanan.
"Ada CCTV dan saat ini sedang dilakukan analisa," pungkas Suhardi.
Seperti diberitakan sebelumnya, narapidana kasus terorisme atas nama Rocki (29) berhasil mengelabui sejumlah petugas Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Alhasil yang bersangkutan pun berhasil kabur dengan cara menyamar menggunakan jubah dan cadar saat jam besuk tahanan.
Diketahui Rocki merupakan tahanan titipan lapas, pasalnya dia sudah divonis selama enam tahun penjara. Saat kejadian ada 23 orang pembesuk bercadar hitam yang sedang menjenguk kerabatnya masing-masing di dalam Rutan Narkoba yang terletak di lantai 4.
-Roki Aprisdianto kabur dari Rumah Tahanan Khusus
Suhardi mengatakan Roki alias Atok Prabowo ditangkap pada Januari 2011 lalu di Klaten oleh Detasemen Khusus 88 Anti Teror. Kemudian pada akhir 2011 dia bersama lima orang jaringannya divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat karena terlibat beberapa aksi teror. Roki divonis enam tahun penjara karena merupakan otak jaringan dan rekannya lima tahun penjara.
Keterlibatan Roki di dunia teror bermula dari pengajian di Masjid Muhajirin, Klaten, pada tahun 2008. Selang beberapa waktu kemudian, Roki mengumpulkan kelima rekannya di Masjid Tarbiyah, Sukoharjo yaitu Agung Jati Santoso, Tri Budi Santoso, Nugroho Budi Santoso, Yuda Anggoro, dan Joko Lelono.
Di sanalah ia mendoktrin arti penting jihad dengan cara amaliat ightalayat, yakni menyerang serta membunuh orang kafir serta orang yang tunduk pada hukum pemerintah Republik Indonesia. Sejak saat itu, Roki mendaulat dirinya sebagai Amir, pimpinan utama timightyalat, dan membentuk struktur organisasi.
Ia pun mewajibkan anggotanya mengikuti pelatihan fisik dan memfasilitasi sebagian anggota tim keahlian merakit bom melalui Irfan, murid Neril, alias Soghir, yang merupakan murid langsung (alm.) Dr Azhari. Gerakan ini mendapat dukungan dana dari kelompok Tim Hisbah pimpinan Sigit Qordowi.
Bantuan dana itu mereka belanjakan sejumlah bahan material pembuat bom berdaya ledak rendah seperti Portasium Nitrat. Bom rakitan itu lalu mereka letakkan di sejumlah tempat seperti pos polisi Dukuh Kerunbaru, pos polisi lintas pertigaan Delangu, Gereka Kristen Jawa, Gereja Kristen Jawa Manjung, Gereja Kapel Santa Ancilla, Polsek Pasar Kliwon, Gereja Katolik Kristus Raja Gatak, dan di kandang kerbau Kiai Selamet di Keraton Solo.
"Roki diduga kabur menggunakan cadar karena pada saat itu banyak pembesuk yang pakai cadar," kata Suhardi. Dia mengakui ada kelalaian dari Polisi yang berjaga.












